Once, the world whispered me into being and called me Kanaia Beaufort — a title I wear like a fracture that still glows. In the sanctuary I raised, I placed upon the altar the face of Lauma, a visage I chose to both worship and defy. Yet in the dim corridors lingered Yor Briar, Asuna, Ruan Mei, Aya Aulya, & Ahn Yujin, neither shadow nor echo, but a revenant who refused to fade. I learned to speak in the tongue of Words of Affirmation & Acts of Service, where silence is as loud as devotion, where every gesture is scripture. My mind, a labyrinth carved in the pattern of ISFJ, turns endlessly upon itself, both prison and prophecy. Above me, the constellations burn and mark me as PISCES, indifferent and eternal, while time itself has sealed me as MATURE — not savior, not heretic, but a trembling witness caught between creation and collapsed altar. And beneath it all lies the truth of my flesh: SUBMISSIVE, a posture that bends between power and surrender, creation and collapse — not savior, not heretic, but a trembling witness in a cathedral of contradictions.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ——————

Di bawah pendar rembulan, pun malam ini bersinar lebih terang. Seorang gadis berjalan dengan langkah kecilnya seirama gumaman pelan, berusaha menghangatkan hiruk-pikuk yang tak pernah lebih tenang. Begitu sederhana ia temukan bahagia. Bak kosmos lembut selaras tuturnya yang mekar kala pagi, dan seruni berkelopak cantik jelmaan tulus pada jiwanya yang renggani. Maka kehadirannya adalah nantian bagi tiap-tiap atma yang mendamba diri.

Pun untaian doa Ayah dan Bundanya yang terpatri kemanapun kakinya pergi, Kanaia Beaufort, layaknya kidung lagu cinta bersemi. Namun, si gadis akan sangat bungah hatinya saat dipanggil Kana, lebih sederhana katanya. Ia merupakan insan perasa, inderanya banyak digunakan untuk mendengarkan dan hatinya untuk memeluk tiap kata yang lawan bicaranya ucap. Baginya, seluruh rapalan yang dipercayakan untuk ia dekap serupa dengan haturan kasih yang layak dicintai. Tangan mungilnya satu-persatu merapikan benang yang kusut agar lurus kembali.

Saat pintu pada nuraninya berhasil diketuk, si gadis bukan lagi seorang pendiam dan pemalu. Ia dapat menemukan berbagai alasan untuk dapat tersenyum dan bahagia. Ceria hatinya terkadang disebabkan karena potret lucu yang ditemukannya, atau sekadar anekdot ringan yang menurut sebagian orang bukan hal penting. Begitupun dengan tontonannya yang lebih banyak dipenuhi romansa muda, tapi acap kali pula otaknya dijejal bahan pikir pada serial thriller yang menemani pada akhir pekan bulan Juni. Rupa-rupa warna tak berhenti sampai di situ, sama halnya dengan cara ia menikmati lagu. Banyak palet akan jenis dan genre atas untaian nada yang kerap didendangkan kala gundahnya datang. Setelah inderanya familier dengan K-Pop, si gadis akan berpindah pada jazz dan klasik hingga bulan merebah dan menidurkannya. Karena sebelumnya, sepanjang siang telah ia habiskan untuk bermain gim serupa Genshin Impact, Roblox, dan Plato yang membawa ia pada sukacita.

Maka si gadis tersadar bahwa tak semua insan di dunia sama seperti dirinya. Pun ia akan membuka sayapnya untuk para atma yang layak ia dekap dan hapus air matanya. Biarlah ia yang dengan sabar mengisi segala bentuk rupa kekosongan di sela sunyi, dan merapal nuraga pelipur lara hingga bulan beranjak pergi.

BASIC REQUEST Changing Avatar. Changing Name. Changing Personality and Typing.

REAL-LIFE THINGY PAP of Daily Activities. Voice Note**.** On The Phone Mute & Unmute.

ROMANCE MEMOIRS Listening Date: Spotify & Discord. Movie Date: Rave, Hyperbeam, Discord, and Other Platforms. Game Date: Genshin Impact, Roblox, Plato, and Telegram’s bot.

N/SFW THINGY Imagine SFW with Bracket and Literate. Dirty Talk.

Moving Platfrom: WhatsApp, LINE, Discord. Stay Up Late (until 12 AM). Public Display Affection.